Maria Kristin menceritakan pertandingan paling mengesankan sepanjang karirnya. Laga itu pada 2003 di ajang Piala Sudirman, dia mengalahkan pebulu tangkis asal Inggris yang memiliki peringkat jauh di atasnya.
Piala Uber 2006 menjadi turnamen paling mengecewakan bagi dirinya. Maria merasa tampil kurang maksimal karena cedera yang dialaminya. Maria Kristin pensiun dini pada 2012 karena cedera lutut yang berkepanjangan.
Lalu bagaimana kehidupan Maria Kristin selepas pensiun?
Usai gantung raket pada 2012, dia dikabarkan sempat menjadi pelatih bulutangkis U15 dan U14 di PB Djarum pada 2014. Dia menikah dengan suaminya, Andri Setianto pada tahun 2016.
Maria bertemu dengan Andri di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015. Saat itu, dia menjadi tim pencari bakat dan Andri adalah kamerawan salah satu TV swasta nasional.
View this post on Instagram
Keduanya dikaruniai dua buah hati, Maria Prisha Swastika menjadi anak pertama dari Maria dan Andri. Kebahagiaan mereka semakin terasa lengkap dengan hadirnya Nathanael Shankara Abinaya pada Juli 2020.