“Saya nol rasa percaya diri saat Ogura di belakang,” kata Marquez.
“Saya membuat kesalahan kecil di keluar tikungan 12 dan berpikir, saya tidak tahu posisi dia. Saya masuk tikungan 13 sedikit terlalu cepat dan membuka gas lebih besar, karena saya melihat di Moto2 banyak overtake di chicane terakhir dan berpikir, ini tidak boleh terjadi pada saya.”
“Lalu saya membuka gas lebih banyak, motor sempat kehilangan grip belakang, tapi cukup untuk menyentuh garis finis di posisi pertama,” tutupnya.
Kemenangan di Brno mengubah peta persaingan MotoGP. Marquez kini tidak lagi sekadar comeback story, melainkan ancaman nyata dalam perebutan gelar dunia musim ini.