Marquez menjelaskan bahwa proses imobilisasi yang dijalaninya cukup lama dan berdampak signifikan pada kekuatan otot. Namun, ia memastikan kondisinya terus menunjukkan progres positif berkat pengawasan medis ketat.
“Kami menjalani imobilisasi selama empat atau lima minggu, dan tentu saja, lengan kehilangan banyak kekuatan, tetapi sekarang kami secara bertahap membaik, dengan pemeriksaan setiap dua minggu untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan sesuai,” sambungnya.
Cedera tersebut turut memengaruhi persiapan Marc Marquez menghadapi MotoGP 2026. Ia bahkan harus melewatkan tes akhir musim, sebuah fase penting bagi pembalap dan tim untuk persiapan teknis.
Marquez menegaskan dirinya tak ingin terburu-buru kembali balapan sebelum kondisi benar-benar pulih.
“Tulang perlu sembuh dengan benar; kita harus menunggu, dan ligamen juga perlu sembuh sebaik mungkin. Semoga kita bisa segera beralih ke rehabilitasi yang sedikit lebih intensif,” ungkap Marquez.