Apresiasi serupa disampaikan atlet para panahan putra, Ken Swagumilang. Dia menyebut hasil runner up menjadi pencapaian kolektif yang tak lepas dari dukungan berbagai pihak.
"Iya senang dan bangga, Indonesia bisa runner up. Terima kasih kepada Presiden Prabowo, Menpora Erick, Wamenpora Taufik, Ketua NPC Indonesia serta CdM Indonesia Pak Reda atas motivasi dan dukungannya selama ini," imbuh Ken Swagumilang. "Semoga kedepan kita mampu lebih berjaya lagi."
Upacara penutupan ASEAN Para Games 2025 digelar di Main Stadium, His Majesty the King's 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Senin (26/1) malam. Acara diawali suguhan musik dan nyanyian lokal yang dilanjutkan tarian massal.
Parade defile kontingen menjadi salah satu momen puncak. Defile dimulai dari Brunei Darussalam, disusul Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Timor Leste, Vietnam, dan ditutup tuan rumah Thailand.
Di tengah lapangan, tiga maskot ASEAN Para Games 2025 Thailand tampak berdiri berdampingan bersama seluruh kontingen dari 10 negara ASEAN peserta.
Pada akhir seremoni, dilakukan penyerahan bendera ASEAN Para Sport Federation dari Thailand kepada Malaysia. Prosesi tersebut menandai estafet tuan rumah ASEAN Para Games ke-14 yang akan digelar pada 2027.
Prestasi runner up di Thailand menjadi modal penting bagi Indonesia menatap event internasional berikutnya. Konsistensi performa atlet para memperlihatkan arah pembinaan yang terus menunjukkan hasil positif.