"Organisasi harusnya berjalan di atas aturan, bukan selera individu," tambahanya.
Atlet Disebut Alami Tekanan Mental
Konflik dualisme PBMI disebut mulai berdampak langsung terhadap kondisi psikologis atlet. Sejumlah orang tua atlet melaporkan adanya tekanan dan intimidasi dari pihak tertentu yang membuat atlet kehilangan fokus bertanding.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan prestasi Muay Thai Indonesia di level internasional. Ketidakpastian status organisasi dinilai bisa mengganggu persiapan atlet menghadapi berbagai agenda kompetisi.
Kubu Farel Alfaret dan Lutfi Agizal kemudian mengusulkan audiensi terbuka demi menciptakan transparansi terkait status atlet nasional dan kondisi organisasi PBMI saat ini.
"Kami berupaya untuk menciptakan ruang dialog yang konstruktif agar semua pihak bisa memahami situasi yang ada, terutama berkaitan dengan kesejahteraan atlet," ungkap Lutfi.