“Mulai set kedua dan seterusnya, banyak servis dari pemain kita yang menyulitkan lawan, terutama dari Boy Arnez dan Farhan Halim. Dari situ blocker kita bisa menghasilkan poin, sementara pemain belakang mendapat bola-bola bertahan yang kemudian menjadi counter attack,” tambahnya.
Nur juga memberi apresiasi tinggi kepada Reidel Toiran. Dia menilai keputusan pergantian pemain menjadi faktor kunci perubahan ritme permainan Indonesia di final.
“Yang tidak kalah penting adalah strategi Coach Toiran yang brilian. Beliau memasukkan Rama Fazza menggantikan Nibras yang underperform hari ini. Alhamdulillah Rama mampu menghasilkan banyak poin melalui serangan maupun servis. Pergantian itu benar-benar sukses,” kata Nur.
Gelar juara AVC Men's Cup 2026 ini mempertegas kebangkitan Timnas Voli Putra Indonesia di level Asia sekaligus menjadi modal penting menatap agenda internasional berikutnya.