Babak pertama: Mengalahkan wakil Hong Kong, Lo Sin Yan Happy (21-18, 21-11)
Babak kedua: Menumbangkan pemain Brasil, Juliana Viana Vieira (21-15, 21-11)
16 besar: Menyingkirkan wakil Jepang, Tomoka Miyazaki (21-12, 21-11)
Perempat final: Menang dramatis atas bintang India, Pusarla V. Sindhu (21-14, 13-21, 21-16) dalam laga berdurasi 1 jam 4 menit.
“Walaupun lawannya dari Hongkong dan Brasil itu juga cukup menyulitkan saya juga, kemudian yang terberat tentunya melawan Sindhu,” lanjut Putri KW.
Menilik ke belakang, Putri KW tak menampik bahwa perjalanannya sebagai atlet tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami masa-masa sulit dan hampir menyerah, namun dukungan dari orangtua dan orang-orang terdekat membuatnya tetap bertahan.
“Kalau bisa diulang ke belakang rasanya sedih juga, tapi aku bisa berada di sini sekarang berkat orangtua dan orang-orang di belakang aku yang mendukung aku pada saat aku jatuh,” tutup Putri KW.
Dengan torehan ini, Putri KW bukan hanya membawa pulang medali perunggu, tapi juga harapan besar bagi sektor tunggal putri Indonesia di pentas dunia.
Ia membuktikan bahwa kerja keras, mental baja, dan dukungan penuh mampu mengantar atlet muda Indonesia ke panggung tertinggi dunia.