Setiap pertandingan, dia melakukan evaluasi tanpa tekanan mengejar tiket WTF. Namun ketika peluang makin terlihat, motivasinya otomatis bertambah.
“Jadi memang apa yang terjadi setiap pertandingan evaluasi lagi, setiap pertandingan evaluasi lagi. Jadi ya memang pas melihat ada chance untuk main world tour finals, pastinya ya akan membuat tambah motivasi juga,” katanya.
Jonatan juga membahas situasinya setelah tidak lagi berada di pelatnas PBSI, di mana seluruh biaya turnamen kini ditanggung sendiri. Hal itu membuat prize money ikut menjadi pertimbangan realistis.
“Karena balik lagi kan kalau udah di luar (pelatnas PBSI) nih, kita ngomongnya ya kita nggak bisa pungkiri budget kan, pasti karena akan biaya sendiri, karena main world tour finals juga ada prize money yang cukup besar juga,” tuturnya.
“Dari situ ya kita tujuannya adalah, yaudah gimana caranya sekarang supaya kita maksimalin yang ada, tujuannya adalah ya kita dalam tanda kutip ya, cari uang aja sebanyak-banyaknya gitu, untuk yaudah apa, untuk berangkat buat next-nextnya gitu,” jelasnya.