Meski berhasil membalikkan keadaan dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18, Jonatan merasa sentuhan permainannya belum sepenuhnya ideal. Dia melihat lawan juga cukup banyak melakukan kesalahan sendiri.
“Saya juga merasa beberapa feeling touch tadi pun masih agak sedikit kurang oke. Di sisi lain, lawan saya lihat banyak melakukan kesalahan sendiri,” katanya.
Pada gim kedua, Jonatan kembali menghadapi situasi tidak biasa di lapangan. Dia sempat terganggu pencahayaan dan memilih berkomunikasi langsung dengan wasit.
“Tadi di awal gim kedua di sisi saya ada dua lampu menyorot dari atas makanya saya sempat bertanya ke umpire, memang begini setelannya atau gimana. Karena agak sedikit aneh saja tapi tidak terlalu menganggu,” tutur Jonatan.
Terlepas dari situasi tersebut, Jonatan mampu menjaga konsistensi permainan. Dia unggul tipis 11-10 di interval gim kedua dan terus menjauh hingga mengunci kemenangan 21-14.