Senada dengan rekannya, Muhammad Shohibul Fikri menilai laga final tersebut sangat melelahkan. Ia mengakui Kim/Seo tampil begitu solid dan nyaris tanpa kesalahan sejak gim kedua.
“Memang di pertandingan tadi bagi kami sangat melelahkan dan harus diakui pasangan Korea bermain sangat baik sekali, tanpa celah, kuat dan lebih siap di lapangan terutama di gim kedua dan ketiga,” ujar Fikri.
Meski kalah, Fikri menilai pertandingan kali ini menjadi pengalaman berharga karena untuk pertama kalinya mereka mampu memaksakan laga hingga rubber game melawan Kim/Seo.
“Ini pertama kali kami bermain rubber game melawan mereka jadi dari segi strategi banyak yang berubah di setiap momennya. Ini jadi pelajaran lagi bagi kami untuk bisa mengatasi mereka di pertemuan selanjutnya,” tambahnya.
Bagi Fajar/Fikri, kekalahan di French Open 2025 ini merupakan kegagalan ketiga mereka meraih gelar juara di ajang BWF World Tour 2025. Menariknya, dua kekalahan di final sebelumnya juga datang dari tangan pasangan Kim/Seo. Namun kali ini, duel berjalan lebih ketat dan menegangkan hingga tiga gim.