Alwi mengakui laga tidak berjalan mudah. Pada gim pertama, pertandingan sempat beberapa kali terhenti karena Ayush Shetty mengalami luka di bagian lutut dan mendapat penanganan medis. Situasi tersebut sempat mengganggu ritme permainan.
"Alhamdulillah saya bisa memaksimalkan kesempatan walau saya rasa saya sempat kehilangan momentum di gim pertama karena beberapa kali, lima atau empat kali, Ayush sempat berdarah di bagian lututnya dan ada penanganan dari medis sehingga pertandingan terhenti," kata Alwi.
Memasuki gim kedua dan ketiga, dia mampu mengontrol emosi dan fokus pada setiap reli. Mental menjadi kunci kebangkitan hingga akhirnya memastikan kemenangan.
"Di gim kedua dan ketiga saya bisa bangkit kembali, saya bisa melawan diri saya. Rasa ragu-ragu yang ada di dalam diri saya," sambungnya.
Pemain berusia 20 tahun itu juga menyoroti ketatnya persaingan di sektor tunggal putra All England 2026. Sejumlah unggulan langsung tersingkir pada babak pertama, menjadi bukti level kompetisi sangat tinggi.
"Beberapa pemain unggulan langsung tersingkir di babak pertama menjadi bukti nyata bahwa di tunggal putra, unggulan tidak selalu menjadi patokan. Bahwa siapapun bisa memenangkan pertandingan," kata Alwi.
"Semua mempunyai kesempatan menang yang sama jadi siapa yang lebih siap dia yang akan memenangkan pertandingan," tutupnya.
Keberhasilan menembus 16 besar menjadi modal penting bagi Alwi untuk terus melaju. Debutnya di All England 2026 langsung menghadirkan pencapaian membanggakan dan membuka peluang mencetak prestasi lebih besar di Birmingham.