Tampil tanpa beban menjadi kunci permainan mereka sepanjang turnamen. Joaquin mengatakan dirinya dan Raymond hanya ingin bermain maksimal tanpa tujuan muluk-muluk.
“Kalau sebelum main, kita cuma ingin melawan aja sih. Target kita kayak… Kita kan belum pernah bertemu, jadi kayak kita mau melawan saja. Melawan sama mainnya Nothing To Lose. Gitu sih,” ungkap Joaquin.
Raymond menambahkan, sebagai pasangan debutan, beban justru ada di pihak lawan.
“Kalau dari saya lebih pelajarin kebiasaan dia sama Nothing To Lose aja. Karena kita masih baru debut, jadi harusnya mereka yang punya pressure,” kata Raymond.
Mental tanpa beban itu juga mereka bawa ke partai final ketika berhadapan dengan senior sendiri. Joaquin mengakui bahwa atmosfer final Super 500 memberikan tekanan besar, tetapi mereka memilih fokus menikmati pertandingan ketimbang terpaku pada hasil.
“Ya, itu yang paling besar yang kita rasain. Kita kayak ketinggalan. Kita bilangin, udah enjoy aja mainnya. Kalau kalah, yaudah. Kalau kalah yaudah. Kita kan lawannya senior, jadi kayak kita mikirnya,” ujar Joaquin.
Dengan bermain santai, permainan keduanya justru keluar lebih maksimal.
“Kalau kalah emang sudah sewajarnya kalah. Jadi kayak enjoy aja. Tapi dengan itu kita mainnya jadi lebih enjoy, lebih keluar mainnya,” tambah Joaquin.
Kemenangan ini menjadi momentum besar bagi Raymond/Joaquin untuk menapak lebih tinggi di panggung internasional. Dengan mental Nothing To Lose dan performa yang semakin matang, mereka kini menjadi salah satu pasangan muda yang mulai diperhitungkan dunia.