“Itu kan uang besar dan pasti memberatkan apalagi saya memilki dua adik yang juga butuh biaya. Makanya, saya setiap hari mengumpulkan uang jajan yang hanya Rp5 ribu dan rela pergi dan pulang berjalan kaki ke sekolah demi sebuah stik," tuturnya.
Perjalanan Adi di dunia hoki bermula saat dia bersekolah di SMAN 14 Kabupaten Tangerang, Banten. Sosok guru olahraga bernama Kusnadi menjadi orang pertama yang memperkenalkan olahraga hoki kepadanya.
"Saya pertama kali punya stik dari pemberian Pak Kusnadi. Saya baru punya stik sendiri dari hasil mengumpulkan uang jajan. Dan, saya menggunakan stik tersebut hingga masuk kuliah gratis dari jalur prestasi," ungkapnya.
Awalnya, pilihan Adi menekuni hoki sempat diragukan orang tuanya. Olahraga tersebut terdengar asing dan dianggap tidak menjanjikan masa depan.
“First time menekuni olahraga hoki awalnya orang tua bilang itu olahraga apa dan bisa apa tidak kamu mainnya? Seperti ayah dan ibu tidak percaya dan meragukan makanya saya terus berusaha dan berlatih sungguh-sungguh," ujar Adi.