Kisah Ferry Sonneville, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Diongkosi demi Piala Thomas 1958

Dimas Wahyu Indrajaya
Ferry Sonneville, bintang bulu tangkis Indonesia pada era 50 dan 60-an. (Foto: Algemeen Dagblad)

"Bulu tangkis adalah satu-satunya cabang sport di mana kita mempunyai harapan menjadi kampiun dunia. Untuk itu kita harus berani berkorban," kata Tjoa yang ikut menyumbang Rp1000, dikutip dari majalah Star Weekly bulan April 1958.

Usul Tjoa disambut baik. Namun, Star Weekly terlebih dulu meminta jaminan PBSI jika uang terkumpul Ferry bisa datang dan diterbangkan lagi ke Belanda.

PBSI pun setuju. Hanya saja ada satu syarat: Ferry wajib menembus semifinal All England.

Saat itu Ferry memang sedang berjuang di All England pada Maret 1958. Untungnya dia sanggup menjejakkan kakinya di semifinal meski gagal ke final usai ditundukkan Finn Kobbero.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Artikel Terkait
All Sport
16 hari lalu

Purwokerto Menggila! 480 Anak SD Ramaikan SenengMinton 2026, Awal Regenerasi Atlet Nasional

All Sport
18 hari lalu

Jagoan Prancis Christo Popov Sebut Indonesia Tak Bersemangat di Piala Thomas 2026

All Sport
20 hari lalu

Skenario Indonesia Lolos Perempat Final Piala Thomas 2026: Tak Perlu Menang Lawan Prancis

All Sport
21 hari lalu

Hasil Piala Thomas 2026: Ubed Penentu Kemenangan, Indonesia Hajar Thailand 3-2

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal