Pemain berusia 21 tahun itu pun mengungkapkan alasannya memilih Ahsan. Dia merasa punya keunggulan yang sama yakni sebagai pemain belakang yang bertugas menjadi tukang smash.
"Itu saya memang yang pilih Babah Ahsan. Karena waktu itu kan kondisinya ya shuttlecock-nya berat, trus saya berpikir saya enggak mungkin nembak-nembak terus di belakang. Makanya pilih Babah soalnya bisa muter mainnya," ujarnya.
Pemain jebolan PB Djarum itu mengaku sangat senang bisa berduet dengan sang legenda hidup, Ahsan di ajang sekelas Piala Thomas. Walau akhirnya pada laga tersebut mereka harus menelan kekalahan 20-22, 21-17, 21-23.
"Pengalamannya luar biasa, dipartnerin sama Babah. Waktu itu hampir aja menang, cuma sayang poin-poin terakhir," tambahnya.
Setelah berduet dengan Ahsan, Daniel memiliki kesempatan untuk berpasangan dengan bintang lainnya yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo. Menariknya, duet Kevin/Daniel ini ada dalam daftar susunan pemain Indonesia melawan China di partai puncak, yang diturunkan pada partai keempat.