Carolina Marin adalah pemain berusia 29 tahun yang mencicipi rasanya menimba ilmu di Indonesia. Karena di Spanyol olahraga yang satu ini kurang begitu populer, maka Marin harus hijrah ke berbagai negara untuk menimba ilmu, salah satunya di Indonesia.
Pemain kelahiran 15 Juni 1993 itu diketahui berlatih di Pelatnas Cipayung sebelum dikenal luas sebagai salah satu pebulu tangkis wanita papan atas dunia. Setelah menjadi juara dunia, Marin bahkan masih menyempatkan untuk kembali berguru ke Pelatnas Cipayung.
Marin melakoni latihan di Pelatnas Cipayung pada tahun 2013 silam. Ia kemudian kembali lagi untuk berlatih di sana sebelum melenggang di Australia Open dan Indonesia Open 2015.
Marin ikut menjalani pola latihan di Pelatnas Cipayung bersama beberapa pemain lokal antara lain Linda Wenifanetri, Gregoria Mariska, Hanna Ramadini, dan sejumlah pemain tunggal putri Indonesia lainnya.
Ia seolah sudah menjadi bagian dari tim bersama sang pelatih, Fernando Rivas. Oleh sebab itu, tidak heran jika pemain bulu tangkis paling gemilang asal Spanyol itu menganggap Indonesia sebagai rumah keduanya.