“Kalau dia tidak mendapat penalti, itu jujur saja sangat aneh,” ujarnya.
Dia juga menyinggung anggapan bahwa Márquez memahami aturan lebih baik dari pembalap lain.
“Nanti orang bilang dia paling paham aturan, tapi menurut saya tidak. Dia hanya sangat beruntung,” katanya.
Zarco tetap mengakui bahwa Márquez mengambil risiko besar dalam kondisi balapan yang kacau. Namun menurutnya, keputusan itu seharusnya tidak berujung kemenangan.
“Dia berani mengambil risiko itu. Kalau tidak, dia mungkin akan masuk pit satu lap terlambat,” jelasnya.
“Tapi untuk menang atau naik podium, seharusnya Anda masuk pit satu lap lebih awal. Jadi menurut saya, dia tidak pantas menang balapan ini,” imbuhnya.
Kontroversi ini kini menjadi bahan perdebatan besar di paddock MotoGP—apakah keputusan steward sudah tepat, atau justru membuka celah baru dalam interpretasi aturan balap.