Pada gim penentuan, Panitchaphon justru tampil menurun. Sementara itu, Jonatan mampu menjaga konsistensi permainan hingga unggul jauh 17-11. Tekanan yang terus diberikan membuat lawannya banyak melakukan kesalahan sendiri sebelum akhirnya Jonatan mengunci kemenangan.
"Besyukur, puji Tuhan bisa melaju ke babak final setelah permainan yang cukup menegangkan karena kondisi bola cukup berbeda dibanding sebelumnya. Hari ini (kemarin) shuttlecock sangat cepat dan ini cukup menguntungkan lawan karena dia pemain menyerang, smash-nya sangat kencang," kata Jonatan.
"Tadi pertama saya kurang mengantisipasi hal ini, sehingga banyak poin yang lawan dapatkan dan memang serangannya bagus banget. Di babak kedua saya coba untuk bermain lebih agresif, dan puji Tuhan bisa keluar dari tekanan," imbuhnya.
Bagi Jonatan, kemenangan ini memiliki arti yang sangat spesial. Ini merupakan kali pertama dia berhasil mencapai final Indonesia Open sejak tampil di turnamen bergengsi tersebut.
"Ini final pertama saya di Indonesia Open dan bisa melangkah sejauh ini sangat berarti sekali untuk saya. Saya menunggu momen ini cukup lama. Saya berusaha mencari formula yang tepat juga, dan ya mungkin waktunya Tuhan kasih di tahun ini," ujarnya.