Jonatan masih mengingat jelas bagaimana cedera tersebut membuatnya kesulitan bermain maksimal di All England.
"(Cedera) hip bagian kanan. Itu cukup mengganggu banget saat itu. Sampai saya inget banget waktu All England waktu itu enggak bisa main banget, ketika ketemu pola main yang cepat berasa ketinggalan kakinya, reaksinya enggak ada, semua segala macam. Cuma ya itu. Pelan-pelan," jelasnya.
Namun alih-alih menyerah, Jonatan memilih untuk terus bergerak maju meski dengan keterbatasan sebagai pemain independen.
Yang membuat perjuangan Jojo makin mengesankan adalah fakta bahwa pemulihan cederanya dilakukan tanpa bergantung pada obat-obatan. Ia menyebut sudah bisa bermain dengan kondisi fisik lebih baik secara alami.
"Banyak hal yang kita berprogres. Pertama pastinya dari kondisi kaki yang waktu itu sempat sakit, sekarang sudah sangat-sangat better banget. Kita pelan-pelan cari solusinya supaya dengan tidak minum obat pun bisa dipakai dengan 100%," ungkapnya.