Poin demi poin terus didapat oleh Jonatan dengan mudah karena serangan-serangannya sangat efektif menembus pertahanan lawan. Alhasil, di sukses menutup game pertama dengan skor 21-12.
Sayangnya, performa Jojo menurun drastis di game kedua. Dia gantian berada dalam tekanan Sen dan kesulitan untuk menemukan permainan terbaiknya sehingga tertinggal 3-6.
Selain itu, pemain berusia 26 tahun tersebut juga sering membuat kesalahan sendiri di mana pukulannya melebar dari lapangan. Alhasil, dia ketinggalan jauh dari Sen di interval game kedua dengan skor 3-11.
Kesalahan demi kesalahan terus dilakukan oleh Jojo sehingga Sen terus mendapatkan keuntungan secara cuma-cuma. Pemain Pelatnas PBSI itu pun semakin tertinggal di angka 4-16 dan akhirnya kalah dengan skor 10-21 di game kedua.
Pada game ketiga, Jonatan selalu tertinggal lebih dulu di angka 0-3 dan 3-6. Namun, dia selalu bisa bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan 6-6. Bahkan, selepas itu pemain jebolan PB Tangkas tersebut bisa keluar dari tekanan dan berbalik unggul 11-8 di interval game pertama.
Smash-smash keras dan drop shot tajam terus dilancarkan oleh Jojo ke arah pertahanan Sen. Dia pun mampu mendulang poin untuk menjauh dengan keunggulan 15-10. Permainan menyerang yang diterapkannya pun terus membuahkan poin demi poin hingga akhirnya dia berhasil mengunci kemenangan dengan skor 21-15.