“Memang pressure yang cukup tinggi juga saya alami, saya rasakan. Membuat sedikit permainannya agak tidak keluar, justru malah terbalik lebih tertekan, lebih kurang tenang juga. Jadi, saya mohon maaf belum bisa meraih gladiator,” ungkap Jonatan saat diwawancarai, Minggu (7/6/2026).
Dia menilai ketenangan Victor Lai menjadi faktor utama yang sulit diantisipasi sepanjang pertandingan final.
“Dia bermain cukup rapi, dia bermain cukup tenang, itu yang tadi saya sedikit kurang antisipasi juga. Dia bermain lebih relax saya rasa, karena nothing to lose juga, bermain dengan apa adanya saja. Jadi, itu yang tadi kembali lagi, ke sayanya tadi yang pressurenya kurang bisa saya kontrol,” tutur dia.
Meski gagal membawa pulang gelar, Jonatan tetap menilai pencapaiannya menembus final sebagai hal positif untuk perjalanan kariernya dan bulu tangkis nasional.
“Pertama, saya selalu bersyukur. Walaupun memang hasilnya belum sesuai dengan apa yang saya harapkan, apa yang saya inginkan. Tapi bisa melangkah sampai sejauh ini, saya rasa sudah suatu hal yang baik, suatu hal yang bagus,” pungkas dia.
Hasil ini memastikan Jonatan Christie kembali finis di posisi runner up Indonesia Open 2026, sementara Victor Lai mencatatkan prestasi besar dengan meraih gelar juara di Istora Senayan.