“Bermain di Singapore Open memang selalu kondisinya sedikit ada menguntungkan dan tidak menguntungkan,” kata Jonatan, dikutip dari rilis PBSI.
Jonatan mengaku sudah mencoba keluar dari tekanan pada gim ketiga. Namun situasi menjadi semakin sulit setelah tertinggal saat interval.
“Tadi sudah melakukan yang terbaik, sudah mencoba juga caranya di gim ketiga keluar dari tekanan. Ketika tertinggal 10-11 di interval, saya tahu itu pasti akan kerjanya lebih double lagi, karena kondisi yang menang angin itu pasti akan lebih sulit,” ujarnya.
Menurut Jonatan, pola permainan yang diterapkannya sebenarnya sudah berjalan sesuai rencana. Dia hanya merasa kehilangan ketenangan pada momen-momen penting.
“Dari cara bermain tadi sudah benar pola mainnya, sempat unggul juga tapi sedikit kurang tenang,” tutur Jonatan.
Pebulu tangkis berusia 28 tahun tersebut langsung mengalihkan fokus ke Indonesia Open 2026. Dia ingin menjadikan kekalahan di Singapore Open sebagai bahan evaluasi agar tampil lebih baik pada turnamen berikutnya.
“Ini jadi bahan evaluasi untuk minggu depan di Indonesia Open. Pastinya saya harus balikin fokusnya, moodnya dan semangatnya juga,” kata Jonatan.