Sebelum Janice, Angelique Widjaja menjadi petenis tunggal putri Indonesia terakhir yang tampil di babak utama Wimbledon pada 2004. Saat itu, Angelique berhasil melewati tiga laga kualifikasi sebelum terhenti di babak pertama.
Angelique harus mengakui keunggulan Meilen Tu dari Amerika Serikat dengan skor 2-6, 1-6 dalam laga pembuka babak utama.
Kini, dua dekade lebih berselang, Janice Tjen berhasil memutus penantian panjang tersebut dengan kemenangan yang langsung mengangkat namanya di panggung dunia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir ikut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Dia menyebut kemenangan Janice sebagai tonggak sejarah baru tenis Indonesia di level Grand Slam.
“Setelah penantian 22 tahun, Indonesia kembali mencatat sejarah di Grand Slam Wimbledon. Janice Tjen menjadi petenis tunggal putri Indonesia pertama dalam 22 tahun yang meraih kemenangan di babak utama Wimbledon,” ujar Erick melalui media sosialnya.