Selain memuji timnya, Christo juga menyoroti performa Indonesia. Dia melihat ada perbedaan energi yang cukup jelas, terutama pada momen-momen krusial dalam pertandingan.
"Dan mereka (Indonesia) yang bermain dan tidak bermain benar-benar bersemangat, dan saya pikir mereka juga memberi kami banyak energi, terutama pada momen-momen penting, seperti akhir pertandingan pertama bagi saya dan pertandingan luar biasa Toma (Popov) melawan (Anthony Sinisuka) Ginting," ungkap Christo.
Pernyataan tersebut menegaskan penilaian dia terhadap kondisi mental dan semangat bertanding Indonesia. Pada fase penting, Prancis justru tampil lebih solid dan mampu memanfaatkan situasi.
Kemenangan ini membawa Prancis melaju ke perempat final sebagai runner-up Grup D, mengikuti Thailand yang keluar sebagai juara grup. Hasil tersebut sekaligus menjawab keraguan terhadap kekuatan tim Prancis di turnamen ini.
Christo mengaku sangat bangga atas pencapaian tersebut. Dia menilai kemenangan atas Indonesia menjadi salah satu momen terbesar bagi timnya dalam kompetisi beregu.
"Bisa dibilang ini adalah pertandingan tim yang sangat besar, dan kami sangat bangga dan senang bisa memenangkannya bersama," tutup Christo.
Indonesia kini harus melakukan evaluasi besar setelah hasil mengecewakan ini. Sementara Prancis melangkah dengan kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi fase gugur Piala Thomas 2026.