Eskar juga melihat sisi positif dari penampilan Indonesia. Dengan skema poin 11, para pemain muda Indonesia dinilai cukup berani meladeni permainan Thailand dan menunjukkan kualitas teknis yang tidak terpaut jauh.
“Saya lihat hal positifnya tentu dengan skema poin 11 ini anak-anak berani ngadu ya sebetulnya. Poinnya adalah secara kualitas secara teknis mereka enggak beda jauh, tinggal bagaimana terus diasah dengan penambahan jam terbang turnamen-turnamen internasional,” paparnya.
Indonesia kini harus segera mengalihkan fokus ke nomor perorangan BAJC 2026. Eskar meminta para pemain tetap percaya diri dan menjadikan kegagalan di nomor beregu sebagai bahan bakar untuk tampil lebih kuat.
“Untuk nomor perorangan saya kira yang paling utama mereka harus yakin pada kemampuan mereka sendiri. Fokus pada permainan sendiri dan tampil all out. Jadikan pengalaman beregu ini sebagai pelajaran dan tambahan semangat,” pesan Eskar.
Kekalahan dari Thailand memang menyakitkan, terutama karena Indonesia sempat membuka peluang pada awal pertandingan. Namun, BAJC 2026 belum sepenuhnya selesai bagi skuad Merah Putih.