Dia juga menjelaskan alasan utama mengembalikan pasangan Ana/Tiwi.
"Kenapa Ana/Tiwi dikembalikan? Karena memang mereka yang paling siap saat ini, sementara Fadia dan Trias tidak dalam kondisi terbaiknya," lanjutnya.
Ana/Tiwi akan menghadapi pasangan kuat Korea Selatan, Lee So Hee/Baek Ha Na yang saat ini berada di peringkat tiga dunia. Pertemuan ini menjadi ujian berat bagi Indonesia di sektor ganda putri.
Meski rekor pertemuan masih 1-2 untuk keunggulan lawan, Ana/Tiwi memiliki modal penting. Pada pertemuan terakhir di Kejuaraan Dunia 2025, dia berhasil menang dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-15.
Catatan tersebut menjadi bekal berharga jelang pertandingan semifinal. Kepercayaan diri pasangan Indonesia meningkat setelah kemenangan tersebut.
Indonesia juga memiliki kenangan positif saat menghadapi Korea Selatan di Piala Uber. Pertemuan terakhir terjadi dua tahun lalu di Chengdu, China. Saat itu, Indonesia menang tipis 3-2 di babak semifinal.