Menurut Fadil, keberhasilan penyelenggaraan Indonesia Open tidak dapat dipisahkan dari kerja sama seluruh elemen yang terlibat dalam ekosistem bulu tangkis nasional.
"PBSI adalah rumah besar bulu tangkis Indonesia. Karena itu kami percaya keberhasilan penyelenggaraan turnamen sebesar Indonesia Open tidak pernah dibangun oleh satu pihak saja, tetapi oleh semangat gotong royong seluruh ekosistem," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menilai Indonesia Open selalu menghadirkan tantangan berbeda bagi pemain Indonesia karena harus tampil di hadapan pendukung sendiri.
"Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda," ujar Taufik.
Dengan kehadiran ratusan atlet terbaik dunia dan dukungan penuh publik Istora, Indonesia Open 2026 kembali menjadi panggung penting bagi bulu tangkis Indonesia untuk menunjukkan kualitas sekaligus menyiapkan generasi penerus menuju target besar di Asian Games dan Olimpiade Los Angeles 2028.