“Jadi akhirnya memang diputuskan untuk dipecah lagi. Jadi di Indonesia Masters saya coba dengan Lanny, sekiranya kami bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Apriyani menilai proses adaptasi dengan Lanny berjalan cukup lancar, terutama dari sisi teknik dasar. Meski begitu, dia menyadari perbedaan besar antara situasi latihan dan atmosfer pertandingan resmi.
“Sama Lanny adaptasinya mungkin tidak terlalu banyak secara keseluruhan untuk teknik ya. Teknik belum terlalu banyak. Karena kan di latihan akan berbeda daripada pada saat kita pertandingan,” jelasnya.
Soal target, Apriyani memilih bersikap realistis. Dia belum ingin berbicara jauh soal hasil, namun menekankan pentingnya chemistry dan kerja sama di lapangan.
“Jadi sekarang aku tidak bisa ngomong apa-apa, tidak bisa berkomentar apa-apa. Karena yang aku tahu Lanny anaknya sangat semangat. Lanny juga mau bekerja, Lanny juga mau prestasi. Jadi ya kita sama-sama untuk selalu membantu satu sama lain,” ucapnya.