Eskar juga mengapresiasi kemampuan para pemain Indonesia keluar dari tekanan. Dia melihat beberapa pemain sempat canggung pada awal laga, tetapi mereka mampu memperbaiki permainan seiring pertandingan berjalan.
“Dan kalau kita lihat tadi secara overall, anak-anak mampu mengeluarkan semua performa terbaik. Beberapa masih ada yang canggung di awal tetapi kemudian saat pertandingan sudah berjalan, mereka mampu mengatasi kecanggungan itu,” tuturnya.
Tim bulu tangkis junior Indonesia selanjutnya akan menghadapi Macau China pada pertandingan kedua fase grup, Sabtu (27/6/2026). Laga ini menjadi ujian berikutnya bagi Garuda Muda untuk menjaga peluang melaju lebih jauh di BAJC 2026.
Eskar meminta para pemain tetap fokus dan tidak memandang remeh lawan. Meski Indonesia lebih diunggulkan di atas kertas, format gim 11 membuat segala kemungkinan masih bisa terjadi.
“Saya selalu katakan bahwa gim 11 itu kan, anything can happen. Menghadapi Macau China, di atas kertas mungkin sedikit lebih unggul tetapi pelajaran dari terjadi hari ini, bahwa anak-anak perlu tetap fokus konsentrasi,” pungkas Eskar.