Herry IP: Rinov/Pitha Harusnya Masih Pelapis, Belum Saatnya di Level Atas

Andhika Khoirul Huda
Herry IP menyebut masalah regenerasi pemain menjadi salah satu persoalan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari kesulitan bersaing di papan atas.(Foto: PBSI)

Perginya Juara All England 2020 itu dari Pelatnas PBSI, membuat Rinov/Pitha menjadi ganda campuran nomor satu di Pelatnas Cipayung sehingga otomatis menjadi ujung tombak Indonesia di berbagai level turnamen international. Namun, sejauh ini mereka belum mampu unjuk gigi dan bahkan ranking mereka terus menurun hingga ke peringkat 18 dunia.

Herry IP pun menyalahkan lambatnya regenerasi di sektor ganda campuran sebagai alasan mengapa Rinov/Pitha terbebani. Hal itu tak terjadi saat dirinya melatih sektor ganda putra di mana regenerasi pemain selalu disiapkan dengan baik.

“Umpamanya di ganda putra. Dulu ada (Mohammad) Ahsan/Hendra (Setiawan), saya nyiapin yang lain lalu Minions (Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo) muncul, lalu saya siapin lagi Fajar (Alfian)/(Muhammad) Rian (Ardianto) jadi pelapisnnya. Ketika Minion sudah geser, gantian (Fajar/Rian), regenerasinya harus kayak gitu,” ucap pelatih kelahiran Pangkal Pinang itu.

“Nah kalau di ganda campuran itu menurut saya, pandangan saya pribadi, belum waktunya Rinov/Pitha di atas. Level mereka di atas itu kan masih angkatannya Jordan yang di atas-atas. Dia kan masih levelnya di bawah, tapi dipush karena enggak ada lagi, naik ke atas, pasti digebukin. Itu yang bisa dia jadi beban pikiran. Jadi belum bisa terima hasilnya seperti itu (buruk),” tambahnya.

Kendati demikian, Herry IP yakin Rinov/Pitha bakal punya momentum yang tepat untuk bersinar seperti para pelapis ganda putra yang sudah bisa unjuk gigi seperti Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

“Nanti mungkin setelah Olimpiade Paris ini mungkin waktunya mereka (bersinar). Sama aja kayak Leo/Daniel, Bagas/Fikri dan Pram/Yere dulu kan. Sekarang masih menang-kalah, digebukin, tapi nanti setelah ini waktunya mereka yang naik,” pungkasnya.

Editor : Ibnu Hariyanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tersingkir dari Australian Open 2026, Rehan/Gloria Blak-blakan Ungkap Penyebabnya

57 tahun lalu

Rehan/Gloria Tersingkir dari Australia Open 2026 usai Dihajar Ganda Campuran China

57 tahun lalu

Kunci Rehan/Gloria Raih Tiket Perempat Final Australian Open 2026: Jaga Lutut dan Hati!

57 tahun lalu

Amri/Nita Akui Servis Ganda China Bikin Mereka Tak Berkutik di Indonesia Open 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal