Menurut dia, situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama saat menghadapi tim kuat seperti Timnas Futsal Thailand yang turun dengan komposisi terbaik.
Souto menjelaskan strategi yang diterapkan dalam turnamen ini berfokus pada regenerasi pemain. Dia memberi kesempatan luas kepada banyak pemain baru untuk tampil di level internasional.
“Ini adalah harapan bagi kami di masa depan karena pelatih mereka membawa pemain-pemain terbaik yang dia miliki. Tentu saja dia memiliki beberapa pemain cedera, tapi dia membawa ke sini pemain terbaik,” katanya.
Dia menegaskan pendekatan tersebut berbeda dengan Thailand. Tim lawan tetap mengandalkan kekuatan utama, sementara Indonesia memilih melakukan rotasi besar.
“Dan kami hanya mengikuti strategi kami yaitu memberikan kesempatan kepada semua orang. Empat belas pemain baru ini melakukannya dengan luar biasa,” ucapnya.