Menghadapi Belanda dan Latvia yang memiliki postur serta gaya bermain khas Eropa, ditambah Tanzania yang membawa warna baru dari Afrika, Souto menilai tantangan kali ini berbeda. “Ini jadi sebuah tantangan besar untuk kami, tapi saya yakin kami bisa mengatasinya, dan kami akan memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Souto juga menyoroti kondisi fisik para pemain yang baru saja selesai menjalani kompetisi bersama klub. Menurutnya, situasi tersebut membuat para pemain datang dalam kondisi yang belum sepenuhnya bugar.
“Tentu, pemain kami datang dalam kondisi yang kurang bagus. Karena mereka datang, baru setelah off season, mereka baru saja memulai pre season, tapi ini juga bagus bagaimana kita melihat dalam kondisi bukan terbaiknya,” jelas Souto.
Kondisi itu justru dijadikan kesempatan untuk melihat bagaimana pemain beradaptasi dengan jadwal padat. Bagi Souto, kemampuan bertahan dalam kondisi fisik yang tidak ideal juga merupakan bagian dari pembentukan mental juara.
Selain membahas persiapan, Souto menegaskan target besar yang dibebankan kepada Timnas Futsal Indonesia.