Di poin-poin kritis, pasangan ranking empat dunia itu sempat membuat beberapa kesalahan sendiri hingga Jongkolphan/Rawinda bisa mendekat di angka 17-18. Namun, akhirnya mereka berhasil mengoleksi tiga poin tambahan lagi untuk mengamankan kemenangan di gim pertama dengan skor 21-17.
Pertarungan sengit kembali terjadi di awal gim kedua. Apriyani/Fadia yang sempat memimpin 5-3, kesulitan meladeni permainan cepat lawan sehingga balik tertinggal 5-6 dari Jongkolphan/Rawinda.
Sang lawan yang duduk di ranking sembilan dunia itu pun terus mendulang tujuh poin beruntun hingga memimpin 10-5. Tapi jagoan Pelatnas PBSI tertinggal 6-11 di interval gim kedua setelah Apriyani gagal mengantisipasi smash dari Rawinda.
Selepas jeda, perlahan tapi pasti Prifad bisa mengembangkan permainan. Mereka sangat sabar melewati pertarungan reli-reli panjang yang cukup alot sampai akhirnya bisa menyamakan skor di angka 14-14 dan kemudian berbalik unggul 16-15.
Kejar-kejaran poin pun terus berlanjut di poin-poin kritis. Sayangnya, Apriyani/Fadia malah membuat error beruntun sehingga mereka kalah di gim kedua dengan skor 19-21.
Pada gim penentuan, Apriyani/Fadia tertinggal 0-3 lebih dulu sebelum akhirnya berbalik unggul 4-3. Mereka pun terus mendominasi dan menambah perolehan angka mereka menjadi 7-3 dan kemudian 11-6 saat interval.
Poin demi poin didapat oleh Prifad tanpa kesulitan. Mereka terus memperlebar keunggulan mereka di angka 16-9 sampai akhirnya menang dengan skor 21-13.