Berkat hasil ini, Sabar/Reza berhasil melaju ke babak 16 besar. Di fase berikutnya, mereka akan berhadapan dengan pemenang laga antara pasangan Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh, melawan ganda asal Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov. Pertemuan ini dipastikan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Sabar/Reza untuk membuktikan konsistensi mereka di ajang besar.
Berbeda dengan hasil positif Sabar/Reza, pasangan muda yang diunggulkan, Leo/Bagas, justru mengalami nasib kurang beruntung. Menghadapi unggulan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, Leo/Bagas harus bermain hingga tiga gim dalam pertandingan yang berlangsung intens dan penuh tekanan.
Setelah mengamankan gim pertama dengan skor 21-18, Leo/Bagas gagal menjaga momentum dan kehilangan dua gim berikutnya dengan skor 18-21 dan 14-21.
Meski tampil agresif dan sempat unggul, tekanan konsisten dari pasangan India membuat Leo/Bagas kesulitan mengembangkan permainan di gim penentuan. Beberapa kesalahan sendiri dan kurangnya variasi serangan menjadi faktor yang menyebabkan kekalahan mereka. Ini menjadi evaluasi penting mengingat Leo/Bagas adalah bagian dari regenerasi utama ganda putra Indonesia.
Kekalahan Leo/Bagas menambah tantangan bagi sektor ganda putra Pelatnas PBSI. Di tengah persaingan yang makin sengit di level internasional, konsistensi dan mental bertanding menjadi aspek yang harus terus dibenahi. Sementara itu, keberhasilan Sabar/Reza membuka harapan akan potensi wakil-wakil independen yang mampu tampil kompetitif dan memberikan kejutan.
Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Isfahani (Indonesia) menang atas Lee Jheh-Hui/Yang Po-Hsuan (Taiwan): 21-13, 21-18
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (Indonesia) kalah dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India): 21-18, 18-21, 14-21