Meski begitu, Axelsen tak menyerah begitu saja. Dia terus memberikan perlawanan sampai bisa mendekat di angka 16-19. Namun, Ginting bermain sangat tenang di poin-poin kritis. Alhasil, pemain berusia 27 tahun itu sukses menutup game pertama dengan kemenangan 21-16.
Pada game kedua, Axelsen bermain lebih menyerang dan sukses membuat Ginting kerepotan. Pemain rangking satu dunia itu pun dengan mudah memimpin 6-0. Bahkan, tanpa kesulitan berarti, dia bisa mencapai interval dengan keunggulan 11-2.
Ginting tak mampu memberikan perlawanan berarti pada Axelsen sehingga makin tertinggal di angka 5-16. Dia pun kalah dengan mudah di game kedua dengan skor telak 7-21.
Pada game penentuan, Ginting masih terus kesulitan meladeni permainan Axelsen dan kerap kali melakukan kesalahan sendiri. Alhasil, dia tertinggal 6-11 saat interval.
Selepas jeda, bintang Pelatnas PBSI itu berusaha keras untuk bangkit hingga memangkas ketertinggalannya menjadi 10-13. Namun, Axelsen menjauh lagi dengan keunggulan 16-11 dan akhirnya mengalahkan Ginting di game ketiga dengan skor 21-13.