“Saat pertandingan, Albert tampil sangat dominan karena persiapannya sudah sangat matang. Tapi dia juga sempat merasa pressure karena ini adalah pertandingan terakhirnya di kelas junior,” lanjut Hendra.
Untuk sampai ke final, Albert harus melewati jalan terjal. Ia mengalahkan wakil tuan rumah Abdulaziz Alaswad (7–1), kemudian pebiliar Taiwan Liao Hung-Yen (7–5), dan Ahmad Altattan (7–1), sebelum akhirnya menyegel trofi dengan kemenangan atas Jerman di final.
Perjalanan Albert bukan tanpa pengorbanan. Sejak kecil, ia sudah dilatih oleh sang ayah dan mengalami berbagai kesulitan fisik. Hendra menceritakan bahwa saat awal dilatih, Albert bahkan sempat mimisan akibat kelelahan karena latihan berat hingga 10 jam sehari.
“Ia pernah mimisan karena kelelahan, tapi tidak pernah menyerah. Sejak itu, kerja keras terus berlanjut. Ia tumbuh dalam disiplin dan terbiasa latihan intens,” ungkap Hendra.
Di balik semua pencapaian Albert, ada dukungan kuat dari PB POBSI dan berbagai pihak. Hendra menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PB POBSI, Hary Tanoesoedibjo, dan Konjen RI di Jeddah atas dukungan mereka terhadap atlet muda potensial ini.