"Kecelakaan terjadi setiap hari. Sehubungan dengan hal tersebut, yang dapat kita lakukan hanyalah menanganinya dengan benar dan segera. Yang membuat saya marah adalah situasi ini tidak ditangani dengan baik dan tepat waktu. Saya tidak berada di lokasi kejadian dan komentar saya mungkin sedikit bias, namun saya tetap berharap kejadian ini dapat menarik perhatian BAC, BWF bahkan seluruh lapisan masyarakat. Bagaimanapun, nyawa adalah yang terpenting," ujarnya.
Kabid Humas dan Media PBSI, Broto Happy sudah angkat bicara mengenai hal tersebut. Menurutnya Zhang Zhi Jie sudah ditangani sesuai prosedur.
"Tim medis telah melakukan pemeriksaan dan pertolongan awal sesuai dengan prosedur. Namun korban mengalami penurunan kesadaran dan pernapasan yang tidak adekuat, dan langsung Korban dibawa ke RSPAU Drs Hardjolukita, sesampainya di UGD, korban dilakukan asesmen, ditemukan tidak ada nadi dan tidak ada napas spontan. Sehingga Langsung dilakukan prosedur pertolongan medis dengan berupa pijat jantung luar dengan alat bantu napas selama 3 jam," ungkap Broto dalam konferensi pers virtual, Senin (1/7/2024).
"Korban tidak menunjukkan respons sirkulasi spontan dan mulai timbul tanda kematian sekunder. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 20.50 kepada pihak ofisial tim dari China," lanjutnya.
"Ada permintaan dari pihak ofisial China agar korban ditransfer ke RS Dr Sardjito untuk kemungkinan dilakukan tata laksana lebih lanjut. Korban tiba Di UGD RSUP Dr. Sardjito dalam kondisi tidak ada nafas, tidak ada nadi disertai dengan tanda kematian sekunder. Di UGD korban tetap dilakukan tindakan resusitasi jantung dan paru selama satu setengah jam," tambahnya.