Bagnaia hanya mampu finis di posisi ke-10, sementara Marquez menutup balapan di urutan kelima. Hasil ini semakin menegaskan jarak performa yang mulai melebar.
Bagnaia juga mengungkap kesulitan yang dia alami saat balapan berlangsung, terutama di lap-lap akhir yang krusial.
"Saya hanya mencoba sedikit memacu diri dengan empat lap tersisa untuk menjaga Marc dan Enea tetap di belakang, tetapi dua lap terakhir adalah mimpi buruk karena saya berisiko mengalami kecelakaan," tutur Bagnaia.
“Begitu saya sedikit condong ke sisi kanan, saya kehilangan kendali, dan saya mulai mencatatkan waktu putaran 2 menit 5 detik, jadi sangat lambat," pungkasnya.
Dominasi Aprilia Racing dalam tiga seri awal musim menjadi sinyal serius bagi Ducati. Jika situasi ini terus berlanjut, persaingan MotoGP 2026 berpotensi dikuasai satu tim sejak awal.