“Kenapa Belanda? Pertama, ranking Belanda sebenarnya cukup tinggi. Mereka sudah pernah tampil di Piala Dunia, jadi jangan anggap remeh. Tim Eropa biasanya punya postur besar dan pola bermain keras. Kita harus bisa beradaptasi dengan itu supaya memperkuat persiapan untuk Asia,” kata Michael.
Selain itu, ada faktor kerjasama dengan KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda).
“Belanda secara khusus memang ada kerjasama dengan PSSI. Pak Erick (Thohir) sudah beberapa kali berkomunikasi dengan KNVB, dan salah satu poinnya adalah kerjasama di futsal, bukan hanya sepak bola,” tambahnya.
Sementara Latvia dipilih karena faktor jadwal yang sesuai dengan agenda Indonesia. Meski berada di luar 50 besar dunia, Michael menekankan bahwa fisik dan karakter permainan Eropa tetap jadi tantangan.
“Dengan Latvia, memang ada komunikasi dengan kita. Sebagian negara Eropa lain sudah punya jadwal penuh. Tapi Latvia jangan dianggap remeh, karena mereka juga punya postur besar dan permainan khas Eropa,” ujarnya.