FFI berharap inisiatif ini mendapatkan dukungan penuh dari AFC. Menurut Michael, kompetisi kelompok umur menjadi kunci untuk memajukan futsal Asia menuju standar global, sekaligus memperkuat pipeline pemain muda di masa depan.
“Harapan kami bisa dilakukan oleh AFC, tapi kalaupun belum ada di level AFC, bahkan Uzbekistan tadi menawarkan diri bisa jadi tuan rumah juga. Kami banyak belajar dari beliau dan harapannya ke depan ada banyak sinergi supaya futsal kita sama-sama maju di level Asia, bahkan sampai level dunia,” ujar Michael.
Presiden Futsal Uzbekistan, Bekzod Mamatkulov, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan peluang besar bagi kedua negara untuk menggelar laga persahabatan dan program pertukaran pengalaman bagi tim nasional, pelatih, dan wasit.
“Kami mengadakan pertemuan dan diskusi dengan Ketua Federasi terkait kerja sama antara kedua negara. Kami membahas banyak hal, khususnya kerja sama antara tim nasional utama, tim nasional usia muda, serta tim nasional putri. Ada banyak peluang kolaborasi yang bisa dilakukan dan kami sangat menghargai kerja sama ini,” kata Bekzod.
Bekzod menambahkan, pertukaran pengalaman ini akan berlangsung secara berkelanjutan, mencakup pelatihan teknis dan pertandingan persahabatan. Upaya ini dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas futsal Asia, khususnya di level muda, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antar federasi.
“Kami juga ingin saling bertukar pengalaman dengan Federasi Futsal Indonesia, tidak hanya dalam bentuk pertandingan persahabatan, tetapi juga melalui pelatihan bagi para pelatih dan wasit. Kami berharap ke depannya dapat terjalin hubungan yang sangat baik serta pertukaran pengalaman yang berkelanjutan,” pungkas Bekzod.