“Seluruh rangkaian kegiatan Festival SenengMinton kami kemas dengan unsur-unsur yang berkaitan langsung dengan bulutangkis. Dengan dukungan masyarakat, proses pembinaan atlet dari akar rumput akan semakin kuat,” ujarnya.
Basri juga menjelaskan alasan dipilihnya Semarang sebagai tuan rumah.
“Kota Semarang dipilih karena menjadi salah satu lumbung atlet-atlet berbakat. Dari Festival SenengMinton akan berkelanjutan dengan kejuaraan di tingkat SD, SMP hingga SMA,” tutur Basri.
Festival SenengMinton 2025 menggunakan sistem perorangan dengan pemenang ditentukan dari waktu tercepat. Peserta kelas 3 mengerjakan lima rintangan:
Service to Target
Shuttle Run
Pyramid Shuttlecock
Throwing The Shuttlecock
Zig Zag Run
Untuk peserta kelas 1–2, tantangan Service to Target ditiadakan.
Setiap permainan dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, dan memperkenalkan dasar teknik bulutangkis dalam bentuk aktivitas yang menyenangkan.