"Tadi banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu jadi pelajaran dan evaluasi kami kedepannya," tambah dia.
Fajar menilai pasangan Korea Selatan tampil sangat solid, terutama dalam bertahan. Kondisi itu membuat dia dan Fikri kesulitan mengembangkan pola permainan.
"Lawan bermain sangat baik terutama defencenya sangat luar biasa," ujarnya.
Tekanan dari lawan terlihat jelas pada gim pertama dan ketiga. Kedua gim tersebut menjadi penentu kekalahan pasangan Indonesia.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri juga mengakui ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Dia menilai kekuatan pukulan menjadi salah satu kekurangan yang harus segera dibenahi.
"Lawan bermain sangat rapat, defencenya rapi sekali dan itu menjadi kekurangan kami dari segi power. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami," katanya.
Kegagalan ini menjadi catatan penting bagi Fajar/Fikri untuk meningkatkan performa. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar mereka bisa tampil lebih kompetitif di turnamen berikutnya.
Hasil di BAC 2026 sekaligus menutup peluang mereka meraih gelar di ajang tersebut. Namun, pengalaman menghadapi lawan dengan pertahanan solid menjadi bekal berharga untuk ke depan.