“Masalah saya adalah saya cepat marah tentang segala hal. Bekerja dengan pelatih mental telah membantu saya baik dalam kehidupan maupun dalam menangani mekanik,” kata Quartararo dilansir Motosan, Jumat (29/12/2023).
“Saya tidak pernah melecehkan siapa pun, tapi meninggikan suara tentu tidak membantu Anda memahaminya,” tambahnya.
Juara MotoGP dua kali itu pun mempraktekkan apa yang telah disarankan psikolog untuk menangani masalah yang dihadapinya. Alhasil, dia menggunakan pendekatan yang lebih positif untuk menyampaikan keluhannya kepada para mekaniknya.
“Anda harus tahu bagaimana mengidentifikasi apa yang tidak berhasil. Mengeluh saja tidak cukup, karena mereka yang nantinya harus bekerja di atas sepeda motor tidak tahu harus berbuat apa,” jelas rider berusia 24 tahun itu.
“Penting untuk mengetahui cara mengidentifikasi titik lemah, baik saat menikung, mengerem, atau mencengkeram. Ini adalah salah satu pelajaran yang saya pelajari dan memungkinkan saya untuk mempertahankan pendekatan positif bahkan dalam situasi kritis,” tambahnya.