Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF," ujar Bambang, dalam keterangan pers PBSI, Selasa (10/2/2026).
Bambang menilai format baru Super 1000 memberi ruang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Penambahan jumlah peserta sektor tunggal dari 32 menjadi 48 pemain dinilai berdampak langsung pada kualitas persaingan.
“Hal ini membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” jelasnya.
Aspek pemulihan fisik atlet juga menjadi perhatian utama dalam format baru ini. Dengan durasi lebih panjang dan penggunaan dua lapangan pertandingan, atlet mendapat jeda istirahat yang lebih ideal.
“Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” tambah Bambang.