Optimisme Ducati bertumpu pada hasil musim lalu. Marc Marquez menutup MotoGP 2025 sebagai juara dunia dengan raihan 545 poin, performa yang menegaskan statusnya sebagai acuan di grid.
Di sisi lain, Francesco Bagnaia mengakhiri musim di posisi kelima dengan 288 poin. Catatan tersebut menjadi bahan evaluasi Ducati untuk menyamakan daya saing kedua pembalapnya.
Poggiali menegaskan seluruh elemen tim bekerja total demi target besar musim depan. Konsistensi pengembangan menjadi kunci agar performa tetap terjaga sejak seri pembuka.
“Anda harus bekerja keras agar semuanya berjalan lancar. Anda harus berjuang setiap hari,” katanya.
Menurut Poggiali, proses teknis harus menghasilkan solusi nyata di lintasan. Ducati mengincar langkah pengembangan yang stabil agar motor selalu kompetitif di berbagai karakter sirkuit.
“Anda harus menemukan solusi atau melakukan perubahan yang memungkinkan Anda untuk mengambil langkah yang stabil. Langkah yang memungkinkan Anda untuk selalu kompetitif,” sambungnya.
Dengan komitmen tersebut, Ducati mengirim pesan tegas ke para rival. Marquez dan Bagnaia diproyeksikan menjadi duet penekan sejak awal MotoGP 2026, seiring janji motor terbaik dari Borgo Panigale.