Aaron/Soh merebut peringkat ketiga setelah mengalahkan duo Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen 16-21, 22-20 dan 21-19.
Sejatinya Lee Zii Jia juga meraih medali perunggu di sektor tunggal putra. Sayangnya dia kini berstatus pemain independen, tak di bawah naungan Federasi Badminton Malaysia (BAM).
2. Rony Agustinus
Sosok pelatih kedua ini yang membawa tunggal putri Korea Selatan An Se Young meraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Tangan dinginnya mengantarkan ASY mengalahkan He Bing Jao di partai final 21-13 dan 21-16.
Menariknya di semifinal, An Se Young menaklukkan Gregoria. Rony membantu An Se Young menaklukkan wakil dari negaranya sendiri.
Kejadian ini mirip Pelatih Timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong. Dia membawa Garuda Muda mengalahkan negaranya Korea Selatan di perempat final Piala Asia U-23 2024.