McGregor tak terima dengan sindiran dari pemegang sabuk kelas ringan UFC yang sudah pensiun Oktober 2020 itu. Dia menegaskan tidak pernah mengganti anggota tim jelang pertarungan lawan Poirier.
"Tim telah bersama saya sejak hari pertama. Saya tidak mengubah apa pun. Hormati para atlet dan itulah karakter pria yang baik, di balik topengnya. Masa bodoh dengan perkataannya. Apa yang ingin dia (Khabib) lakukan? Apakah dia ingin comeback atau tidak?” ujar McGregor dikutip dari MMA Fighting, Minggu (24/1/2021).
Kekasih Dee Devlin itu mengatakan kekalahannya bukan disebabkan karena salah pola latihan. Dia kesulitan menghadapi perlawanan Poirier karena gaya tarung yang diterapkan rivalnya berbeda dari pertemuan sebelumnya pada 2014 lalu.
Poirier lebih banyak menyerang bagian kaki di UFC 257. Strategi itu sukses membuat kaki McGregor mati rasa hingga harus meninggalkan arena UFC dengan bantuan tongkat.
“Saya berusaha keras melawan Dustin dan juga memberi perlawanan. Seperti yang saya katakan, gaya terdapat dalam setiap perkelahian. Setiap pertarungan memiliki gaya pertarungan yang berbeda,” tuturnya.
“Gaya Dustin baru saja dimainkan hari ini dan dia memiliki kemampuan untuk bertahan. Dia memiliki pengalaman. Dan dia memiliki tendangan sebagai senjata andalannya," ucapnya.