Cerita Pelatih Gregoria Meneteskan Air Mata Jauh Sebelum Raih Perunggu Olimpiade Paris 2024, Ada Apa?

Bagas Abdiel Kharis Theo
Pelatih tunggal putri Indonesia, Herli Djaenuddin meneteskan air mata jauh sebelum anbak buahnya Gregoria Mariska Tunjung meraih perunggu Olimpiade Paris 2024. (Foto: PBSI/Badmintonphoto/Yohan Nonotte)

"Jadi saya bilang ke Jorji -sapaan akrab Gregoria- kamu harus berani mutusin pada saat poin-poin kritis. Kita sudah ada pola latihan pada saat poin kritis seperti apa. Saya cuma mengingatkan saja," tambahnya.

"Jadi pola itu saya ingatkan 'ingat latihan seperti ini', dia ulang memorinya langsung berubah pola mainnya," lanjutnya.

Herli pun menilai apa yang dicapai Gregoria di laga tersebut bukan semata-mata karena dirinya. Tetapi, juga performa sang anak asuh yang tampil berani dalam membuat atau mengubah keputusan.

"Tentunya semuanya tergantung ke Jorjinya. Ternyata dalam keadaan poin kritis dia berani mutusin mengubah pola. Jadi yang hebat Jorjinya. Jorjinya yang hebat," tutupnya.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Putri KW Siap Gantikan Gregoria, Bidik Prestasi Lebih Gila dari Medali Olimpiade!

57 tahun lalu

Gregoria Mariska Tunjung Resmi Mundur dari Pelatnas PBSI, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Gregoria Mariska Dicoret dari Skuad Piala Uber 2026, Indonesia Turunkan Skuad Muda

57 tahun lalu

Gregoria Mariska Dapat Protected Ranking, PBSI Utamakan Pemulihan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal