“Peran mereka penting. Tidak hanya sekadar main saja. Mereka kan pemain berpengalaman, sudah malang melintang. Mereka juga bisa menjadi teman curhat untuk pemain lain (selama kompetisi),” kata Herry IP saat dihubungi MNC Portal Indonesia pada Kamis 21 April 2022.
“Pengalaman mereka di tim beregu kan juga sudah banyak. Jadi peran mereka penting untuk memotivasi pemain-pemain lainnya,” imbuhnya.
Ya, sejak edisi tahun lalu The Daddies memang bukan lagi menjadi pasangan andalan Tim Merah-Putih di Piala Thomas. Buktinya, mereka hanya bermain sekali saja saat berhadapan dengan Aljazair di fase grup di mana mereka sukses menyabet kemenangan atas Koceila Mammeri/Youcef Sabri Medel dengan skor 21-9 dan 21-15.
Meski begitu, Hendra yang ditunjuk sebagai kapten mampu memimpin rekan-rekannya merengkuh gelar juara Piala Thomas 2021. Padahal, sudah 19 tahun lamanya Indonesia tak membawa pulang trofi tersebut yang sekaligus menjadi gelar Piala Thomas perdana bagi mereka setelah sebelumnya hanya mentok sebagai runner up dua kali pada 2010 dan 2016.
Berkaca dari tahun lalu, tampaknya peran Ahsan/Hendra sebagai mentor bagi para penggawa Tim Garuda lainnya memang sangatlah penting. Terlebih lagi, tahun ini Indonesia kehilangan pasangan ranking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, karena Marcus masih menjalani masa pemulihan cedera.
Alhasil, The Daddies bakal menjadi satu-satunya pasangan paling senior di Skuad Merah-Putih pada edisi tahun ini meski Kevin juga tetap dibawa. Mereka akan mengawal Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikiri serta para pemain tunggal seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, untuk berjuang mempertahankan gelar tahun ini.