“Tim ikut merasakan kesulitan Pecco, yang harus diakui, kurang beruntung. Terutama di bagian akhir kejuaraan, dia tidak mampu meraih semua hasil yang sebenarnya bisa didapat, bahkan dalam kondisi yang tidak ideal,” kata Dall’Igna, dikutip dari Corsedimoto, Selasa (30/12/2025).
“Tanpa diragukan lagi, segalanya seharusnya bisa berjalan berbeda, tetapi ketika ketidakberuntungan ikut campur, semuanya menjadi jauh lebih sulit, baik bagi tim maupun pembalap,” sambungnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir MotoGP 2025, Dall’Igna menegaskan Ducati tidak ingin larut dalam kekecewaan. Dia menyebut musim sulit ini menyimpan banyak pelajaran penting untuk masa depan.
Menurut Dall’Igna, pengalaman pahit tersebut justru bisa menjadi bahan bakar kebangkitan Ducati dan Bagnaia pada MotoGP 2026. Setiap kendala akan dijadikan evaluasi untuk memperkuat mental dan teknis tim.
“Untuk memetik pelajaran berharga, saya yakin situasi seperti ini harus diserap layaknya antibodi, agar bisa menghasilkan tekad yang lebih besar untuk terus melangkah maju dan kembali menjadi diri kami yang sebenarnya,” terang Dall’Igna.